Chapter 1272
『Gawat. Aku sudah terlanjur melakukannya...』
Sambil menutup pintu di belakangnya, Yuuri mendesah dengan suara yang tersiksa oleh rasa bersalah.
Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mengalir di punggungnya.
Sambil terengah-engah, "huuh, huuh," ia sadar bahwa dirinya sedang melakukan sesuatu yang salah.
Tentu saja, karena di tangannya yang lain, Yuuri sedang memeluk satu set piyama.
Bukan miliknya.
Milik kakaknya.
Melihat piyama itu dimasukkan ke dalam mesin cuci setelah kakaknya selesai mandi, tahu-tahu ia sudah membawanya pulang ke kamarnya.
――Bukan! Akan segera kukembalikan! Aku cuma ingin melihatnya sebentar saja!
Sambil mencari-cari alasan untuk dirinya sendiri, ia membentangkan piyama kakaknya yang telah ia 'rampas' itu. Ternyata lebih besar dari yang ia kira.
『Ini, piyama Kakak...』
Meskipun tahu ini adalah hal yang salah, ia mendekatkan wajahnya.
――Tercium aroma Kakak...
Merasakan hal itu, ia tidak bisa lagi menahan diri dan membenamkan wajahnya ke dalam piyama tersebut.
Rasanya lembut dan menenangkan.
Ia teringat punggung kakaknya yang dulu menggendongnya saat ia menangis karena diejek soal warna rambutnya.
Meskipun ia tahu hidupnya akan tamat jika ada anggota keluarga yang melihatnya dalam kondisi ini, ia tidak bisa menepis godaan iblis yang menguasainya.
Selanjutnya, ia mencoba memakainya.
『Wah, kebesaran...』
Ia pikir perbedaan tinggi badannya dengan sang kakak tidak terlalu jauh, tetapi piyama memang dibuat dengan model yang longgar. Mungkin karena itu, tangannya sampai tersembunyi sepenuhnya di dalam lengan baju.
『Hehehe, besar, ya. 』
Ia pun berputar-putar menari di dalam kamarnya—lalu, Hah! ia tersadar.
――Apa yang kulakukan!
Tentu saja ini adalah hal yang tidak boleh dilakukan.
Setelah akhirnya akal sehatnya kembali, ia melipat piyama itu dengan rapi. Saat ia memeluknya dan hendak meraih gagang pintu untuk mengembalikannya, 『Mahito. Semuanya sudah selesai mandi, tolong nyalakan mesin cucinya, ya?
』
『Iya—! 』
Ia terlonjak kaget mendengar suara Ibu dan kakaknya.
Sepertinya mereka akan menyalakan mesin cuci pada malam hari.
――Kalau aku bawa sekarang, pasti ketahuan!
Padahal ia bisa saja menyamarkannya dengan memasukkannya ke mesin cuci, tetapi justru kakaknya sendiri yang akan menyalakan mesin cuci itu. Jika ia membawanya sekarang, sudah pasti mereka akan berpapasan.
Tidak ada alasan yang bisa ia berikan jika kepergok berkeliaran di tengah malam sambil memeluk piyama kakaknya.
Untuk sementara, Yuuri menyimpan piyama itu di dalam lemari, lalu masuk ke dalam tempat tidur seolah melarikan diri dari kenyataan.
――B-besok! Besok kalau kukembalikan pasti tidak apa-apa...!
Malam itu, karena panik telah melakukan hal yang terlarang dan karena fakta bahwa piyama kakaknya ada di dalam lemarinya, jantungnya berdebar-debar hingga ia tidak bisa tidur sampai pagi.
Dan, karena kehilangan waktu yang tepat untuk mengembalikannya, ia pun akhirnya kehilangan ingatan tentang kakaknya.
Diskusi & Komentar (0)